3 Kunci Bahagia Dunia Akhirat

Salah satu sifat dasar manusia adalah mencari kebahagiaan. Terdapat 3 kunci yang dapay mengantarkan seseorang meraih kebahagiaan, baik sekarang di dunia maupun kelak di akhirat. Ketiga kunci tersebut adalah:

  1. Apabila diberi, ia bersyukur.

Kunci yang pertama adalah bersyukur. Apabila seseorang mendapatkan sesuatu kenikmatan yang menjadikan dia senang, maka ia bersyukur kepada yang memberikan kenikmatan tersebut, yakni Tuhan Pencipta Alam. Ia menggunakan karunia dan kenikmatan tersebut untuk lebih bertakwa dan meningkatkan imannya. Ia pun memuji dan menyadari bahwa Allah sebagai pemberi kenikmatan tersebut.

Ungkapan rasa syukur dapat dilakukan dengan cara menyebut atau menceritakan kenikmatan tersebut, mengakui bahwa kenikmatan tersebut datangnya dari Allah, dan menggunakan kenikamatan tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Syukur bukan ada di lisan saja. Akan tetapi rasa syukur itu juga hadir di hati dengan pengakuan, dan pada anggota badan dengan ketaatan.

Sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang pandai bersyukur dan dia berjanji akan menambah kenikmatan tersebut. Dalam QS. Ibrahim ayat 7, Allah berfirman:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

  • Apabila diuji, ia bersabar.

Ujian merupakan bagian dari kehidupan. Ia pasti akan datang entah kita siap atau tidak. Oleh karena itu, kunci kebahagiaan kedua adalah bersabar.

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS. Al-Baqarah: 155-156).

Pertolongan Allah datang kepada orang yang sabar. Kebahagiaan akan hadir ketika kita mampu bersabar dan menyadari bahwa setiap ujian pasti berlalu. Balasan bagi orang yang sabar adalah kebaikan. Kesabaran juga harus dibarengi dengan sikap tidak mudah purus asa karena sesudah kesulitan akan datang kemudahan seperti yang tertuang dalam Quran Surat Al Insyirah Alam Nasroh, “inna ma’al-‘usri yusrā. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”

  • Apabila berdosa, ia segera bertaubat.

Kunci kebahagiaan ketiga ialah bertaubat. Setiap manusia berpotensi melakukan kesalahan. Bahkan setiap anak Adam pasti memiliki dosa kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah. Kabar baiknya, dosa-dosa tersebut akan diampuni Allah selama kita mau bertaubat. Yang paling penting, jangan sampai karena merasa berdosa, seseorang menjadi berputus asa dari rahmat Allah. Beratubatlah, maka Allah akan terima taubat tersebut dan membalasnya dengan kebaikan.

 “dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.” (QS. Ali Imran: 135-136).

Oleh sebab itu, janganlah seseorang merasa putus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Yang harus disegerakan ialah bertaubat kepada-Nya. Barangsiapa yang bertaubat kepada Allah, sebanyak apapun dosanya di masa lampau, Allah akan menghapusnya.

Semoga kita semua dapat menjadi manusia yang pandai beryukur, bersabar dan bertaubat dan pada akhirnya kebahagiaan datang menghampiri.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>